Bahan PA tanggal 21-26 April 2014

KEMENANGAN KRISTUS MEMBUKA LEMBARAN BARU

Bacaan: Kolose 3:5-11

Tujuan: Peserta memahami bahwa kemenangan Kristus atas maut memberikan kesempatan baru bagi orang percaya untuk menjalani kehidupan dengan cara yang baru pula.

PENGANTAR

Kemenangan Kristus atas kematian tidak hanya menolong orang percaya untuk berani berhadapan dengan kematian. Kemenangan Kristus atas kematian mendorong orang percaya untuk juga berani berhadapan dengan kehidupan beserta segala pernak-perniknya. Mati bagi Kristus, tentu saja, adalah hal yang baik, tetapi hidup bagi Kristus di tengah dunia yang sepeti ini, membutuhkan konsistensi dan perjuangan yang terus-menerus. Teks kita pada hari ini berbicara tentang bagaimana kemenangan Kristus itu tidak saja membuat orang percaya berani mati, tetapi juga berani membuka lembaran hidup yang baru dengan kualitas kehidupan yang baru pula.

Pemahaman Alkitab kali ini akan membahas bagaimana orang percaya hidup bagi Kristus. Ada dua perkara mendasar yang dibahas dalam bagian ini: apa tandanya bahwa seseorang telah membuka lembaran baru di dalam kehidupannya? Dan, bagaimana mengupayakan untuk hidup dalam lembaran baru tersebut?

PENJELASAN

Kunci untuk memahami Kolose 3:5-11 ada di ayat yang pertama, “Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.” Orang percaya, yang telah mengalami kuasa kebangkitan Kristus, harus memikirkan perkara yang di atas. Apa yang dimaksud dengan frasa “yang di atas”? Frasa “perkara yang di atas” menunjuk pada keberadaan Kristus yang bertahta di sebelah kanan Allah. Pikiran dan perasaan orang percaya sudah seharusnya tertuju pada keberadaan Kristus. Kata “di sebelah kanan”, tentu saja, hendak menunjukkan posisi Yesus Kristus yang mulia di hadapan Bapa-Nya.

Pikiran dan perasaan yang tertuju pada Kristus

Nah, apakah bukti bahwa pikiran dan perasaan orang percaya tertuju pada Kristus? Ada dua. Yang pertama, tertera di ayat yang ke-5, “Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala. Pikiran yang tertuju pada Kristus akan mematikan perkara duniawi, yakni yang mengacu pada pola pikir yang tertuju pada pemuasan hawa nafsu dan keserakahan. Hal-hal yang disebutkan sebagai perkara duniawi di bagian ini adalah hal-hal yang ada di dalam pikiran dan perasaan seseorang secara pribadi. Imajinasi orang percaya tak sepantasnya dipenuhi dengan hal-hal buruk, walau tak tampak di mata orang lain. Pikiran dan perasaan yang tertuju pada kehadiran Yesus Kristus seharusnya tak menyisakan ruang bagi keberadaan percabulan, kenajisan, hawa nafsu, keserakahan, dll. Bukti pertama pikiran dan perasaan yang tertuju pada Kristus adalah ketidakhadiran segala kualitas pemikiran dan perasaan yang tak berkenan kepada Allah.

Bukti yang kedua, terdapat pada ayat ke-8 dan 9, “Tetapi sekarang buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu. Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya…” Ayat ini berbicara tidak saja tentang apa yang dipikirkan seseorang, tetapi bagaimana pikiran itu kemudian berbuah dalam perilaku tertentu dalam relasi dengan orang lain. Dalam relasi dengan orang lain, pikiran dan perasaan yang tertuju pada Kristus tak akan memberi ruang bagi hadirnya kata-kata kotor, dusta, kegeraman, fitnah, dan lain-lain. Kemenangan Kristus atas kematian seharusnya membuat orang-orang percaya menang atas egoisme. Orang-orang percaya tidak lagi hidup untuk mengalahkan dan menaklukkan diri pada pikiran dan perasaan yang tertuju pada kehadiran Kristus.

Tentu saja, dua bukti pikiran dan perasaan yang tertuju pada Yesus Kristus itu tak dapat dikotak-kotakkan, seolah-olah bisa terpisah satu dengan yang lainnya. Pikiran dan perasaan yang tertuju pada Kristus akan menghasilkan kesalehan di dalam pikiran dan di dalam relasi dengan orang lain.

Bagaimana Mengupayakannya?

Ada dua frasa yang menolong kita untuk memahami bagaimana mengupayakan kesalehan dalam pikiran, dan dalam relasi dengan orang lain. Frasa itu adalah “matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi” (ayat 5), dan “buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu” (ayat 8). Perhatikan kata, “matikanlah dan buanglah”. Tindakan “mematikan dan membuang” bukanlah tindakan yang berlangsung tanpa sengaja. Tindakan “mematikan dan membuang” adalah sebuah tindakan yang sengaja dilakukan untuk sebuah tujuan. Sesuatu yang telah dimatikan, tentu saja, tidak dapat eksis lagi, sementara hal yang telah dibuang, tentu saja, tidak akan kembali. Dua kata atau frasa ini hendak menegaskan dimensi putus hubungan, alias tak mau lagi terikat dan terkait, dengan hal-hal itu.

Selain meninggalkan pola hidup yang lama, penulis surat ini juga menegaskan pentingnya mengejar pola hidup yang baru. Hal ini tampak dalam frasa “mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya” (ayat 10). Kata “mengenakan” tentu saja menunjuk pada sebuah tindakan sengaja dilakukan seseorang. Apa yang dikenakan? Manusia baru, alias manusia yang tak lagi hidup dalam perilaku yang lama, tetapi benar-benar dalam perilaku yang baru. Manusia yang baru ini adalah manusia yang terus-menerus diperbaharui dalam relasi dengan Tuhan, sang Sumber pengetahun yang benar.

Ringkasnya, bagaimana mengupayakan sebuah kehidupan yang baru? Meninggalkan yang lama, dan mengejar pola perilaku yang baru.

(Diambil dari Lentera Umat Minggu Ke-3 April 2014)

RINGKASAN KOTBAH IBADAH PASKA SUBUH 20 APRIL 2014

RINGKASAN KOTBAH IBADAH PASKA SUBUH 20 APRIL 2014
BANGKIT DENGAN HIDUP BARU
MATIUS 28:1-10
PEMBICARA: PDT. MUNGKI A. SASMITA

Pesan yang disampaikan melalui Matius 28:1-10:

  1. Percayalah bahwa Tuhan Yesus Kristus sudah bangkit.
  2. Kabarkanlah berita sukacita kepada orang lain.

Makna kebangkitan Tuhan Yesus Kristus:

  1. Kegelapan sudah dilenyapkan melalui Paska.
  2. Kebangkitan Tuhan Yesus Kristus sudah mengalahkan kuasa maut.
  3. Memperbaharui tekad kita dalam menjalani kehidupan ini.

 

(Ringkasan kotbah ini tidak dikoreksi kembali oleh pembicara yang bersangkutan).

KOMISI PEMUDA

Telur = Hidup Baru?
Sabtu, 26  April 2014

Pukul 18.00 WIB
Gedung Timur Lantai 3 Ruang Musa

Datang yuuk dan ajak teman yang lainnya. Don’t miss it guys!

KOMISI REMAJA

The Curious Series : Easter Uncovered”
Minggu, 27 April 2014

Pukul 09.00 WIB
Gedung Timur Lantai 3 Ruang Musa
Dipimpin oleh Pnt. Ayub Sektiyanto (GKI Kartasura)

PERSIAPAN CERITA GSM

Diberitahukan kepada seluruh GSM bahwa persiapan pada Rabu, 23 April 2014 DILIBURKAN